Rabu, 14 Februari 2018
Minggu, 11 Februari 2018
Biang Keringat
Biang Keringat
Penyebab dan Faktor Risiko Biang Keringat
Biang keringat disebabkan oleh keringat yang terjebak di balik kulit dan tidak bisa menguap akibat kelenjar keringat tubuh yang terhambat. Sebagai akibatnya, kulit mengalami peradangan dan timbul ruam. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menghambat kelenjar keringat di dalam tubuh :
- Iklim tropis. Kemunculan biang keringat bisa disebabkan oleh cuaca atau suhu lingkungan yang panas dan lembap.
- Kepanasan, misalnya karena menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidur dengan selimut yang berlebihan.
- Aktivitas fisik tertentu. Olahraga atau pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat hingga menyebabkan keluarnya banyak keringat juga bisa menyebabkan terjadinya biang keringat.
- Kelenjar keringat belum berkembang. Kasus biang keringat lebih mudah terjadi pada bayi, terutama pada bayi yang sedang dihangatkan dengan inkubator, memakai pakaian yang panas, atau mengalami demam. Bayi belum memiliki kelenjar keringat yang sudah berkembang sepenuhnya dan terkadang dapat membuat keringat tertahan di balik kulit.
- Tirah baring (bed rest) terlalu lama. Risiko mengalami biang keringat juga tinggi pada pasien yang diwajibkan untuk beristirahat di ranjang untuk waktu yang cukup lama.
Pencegahan Biang Keringat
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah biang keringat, yaitu:
- Usahakan agar tubuh tidak kepanasan, khususnya pada musim panas.
- Gunakan sabun yang tidak membuat kulit menjadi kering dan tidak mengandung parfum.
- Jangan gunakan losion atau krim yang dapat menyumbat pori-pori kulit.
- Hindari mengenakan pakaian ketat yang dapat menyebabkan kulit sulit bernapas.
Kanker Ginjal
Kanker Ginjal
Penyebab Kanker Ginjal
Kanker terjadi ketika sel-sel di dalam tubuh manusia tumbuh secara tidak terkendali. Pada kasus kanker ginjal, penyebabnya belum diketahui. Meskipun belum diketahui, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ginjal, di antaranya:- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Memiliki anggota keluarga penderita kanker ginjal.
- Merokok.
- Penyakit hipertensi.

Pengobatan Kanker Ginjal
Metode penanganan kanker ginjal yang utama adalah melalui operasi. Ada dua macam operasi, pertama adalah nefrektomi. Melalui prosedur ini, dokter akan berusaha menghilangkan sel-sel kanker dengan mengangkat sejumlah bagian dari ginjal atau bahkan seluruhnya, tergantung dari besarnya diameter tumor.
Apabila diameter tumor masih kurang dari 4 cm, maka beberapa bagian dari ginjal yang terkena kanker akan dipotong oleh dokter. Sebaliknya, jika diameter tumor sudah lebih dari 4 cm, maka ginjal tersebut harus diangkat dan selanjutnya pasien akan hidup dengan satu ginjal.
Jenis penanganan yang lain adalah embolisasi. Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan zat khusus ke dalam vena ginjal guna menghambat aliran darah. Dengan terputusnya pasokan nutrisi atau oksigen ke dalam ginjal, maka lambat laun tumor akan menyusut.
Selain itu, saat ini berbagai obat-obatan sedang dikembangkan untuk mengobati kanker ginjal, seperti:
- Sunitinib. Obat ini bekerja dengan cara menghambat protein kinase (enzim yang membantu pertumbuhan sel kanker) sehingga perkembangan kanker dapat dihentikan.
- Sorafenib dan pazopanib. Selain bekerja seperti sunitinib, yaitu menghambat enzim tirosin kinase, kedua obat ini juga mampu mencegah sel kanker menumbuhkan pembuluh darah.
- Axitinib. Obat ini biasanya dijadikan alternatif oleh dokter apabila pemberian sunitinib atau pazopanib tidak efektif. Obat ini belum masuk ke Indonesia.
- Temsirolimus dan everolimus. Kedua obat ini bekerja dengan cara menghambat atau mengganggu fungsi protein MTOR yang terdapat di dalam sel-sel kanker, sehingga jumlah sel kanker tidak makin banyak.
- Radioterapi. Meskipun prosedur yang menggunakan radiasi dari energi radioaktif ini tidak bisa mengobati kanker sepenuhnya, radioterapi mampu mengurangi nyeri yang dirasakan pasien dan dapat memperlambat perkembangan kanker.
- Ablasi radiofrekuensi. Metode ini sering kali diterapkan dokter apabila tingkat keparahan kanker ginjal masih rendah (tahap awal). Di lain sisi, langkah ini ditempuh karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dioperasi atau posisi kanker terlalu dekat dengan usus. Dalam metode ini, sel-sel kanker akan dimusnahkan oleh panas yang dihasilkan dari gelombang radio.
- Krioterapi. Hampir sama seperti ablasi radiofrekuensi, krioterapi dilakukan jika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dioperasi, misalnya karena kurang fit atau ukuran tumor masih kecil. Pada metode ini, sel-sel kanker dibunuh dengan cara dibekukan.

Pencegahan Kanker Ginjal
Kita dapat meminimalkan risiko terkena kanker ginjal dengan cara menerapkan pola hidup sehat, seperti:- Berhenti merokok atau menghindari asap rokok.
- Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan, serta mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan garam. Selain itu, perbanyak konsumsi ikan salmon, sarden, dan makarel karena kandungan vitamin D dalam minyak ikan dapat menurunkan risiko terkena kanker.
- Lakukan olahraga secara rutin selama 2,5 jam dalam satu minggu, seperti aktivitas bersepeda, jalan cepat, berenang, atau lari.
Sumber : http://www.alodokter.com/kanker-ginjal
hematuria
hematuria

Penyebab Terjadinya Hematuria
Untuk mengetahui dengan pasti apakah terdapat darah pada urine dan memastikan penyebabnya, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Berikut ini beberapa penyebab umum munculnya darah dalam urine.
- Infeksi saluran kemih. Kondisi ini terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan berkembang biak di dalam kandung kemih. Gejala lain selain hematuria adalah keinginan untuk terus buang air kecil, sakit dan sensasi rasa terbakar saat buang air kecil, dan urine yang beraroma kuat.
- Infeksi ginjal. Gejala yang lainnya adalah demam dan juga sakit pada sisi punggung bagian bawah.
- Batu ginjal. Jika batu cukup kecil, kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Tapi jika batu berukuran besar dan menghalangi salah satu saluran dari ginjal, akan menyebabkan sakit yang parah.
- Pembengkakan kelenjar prostat. Kondisi yang umum ini tidak terkait dengan kanker prostat dan cenderung terjadi pada pria dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan buang air kecil dan sering buang air kecil.
- Kanker prostat. Kondisi ini bisa disembuhkan jika diketahui dan ditangani sejak dini. Cenderung terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Perkembangan kondisi ini sangat perlahan.
- Kanker kandung kemih. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.
- Kanker ginjal. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang di atas usia 50 tahun. Kanker ini bisa disembuhkan apabila terdeteksi dan diobati sejak dini.
- Peradangan pada uretra. Kondisi yang umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti klamidia, akibat terinfeksi bakteri klamidia.
- Kelainan genetik. Anemia sel sabit adalah kerusakan hemoglobin sel darah karena faktor keturunan. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya darah dalam urine. Selain anemia sel sabit, sindrom Alport juga bisa menyebabkan hematuria. Sindrom ini memengaruhi jaringan penyaring pada ginjal.
- Obat-obatan. Obat anti kanker seperti cyclophosphamide dan penicillin bisa menyebabkan hematuria. Terkadang, kemunculan darah di urine juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan antikoagulan seperti aspirin dan obat pengencer darah seperti heparin.
- Olahraga secara berlebihan. Kondisi ini mungkin jarang sekali terjadi dan tidak diketahui dengan pasti kenapa bisa menyebabkan terjadinya hematuria, tapi salah satu keterkaitannya adalah karena terjadi trauma pada kandung kemih yang mengalami dehidrasi akibat aktivitas fisik yang berlebihan.
Pengobatan dan Pencegahan Hematuria
Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani hematuria, terlebih jika gejalanya tidak serius. Untuk menangani kasus hematuria, umumnya dokter akan fokus menangani penyakit lain yang diduga menjadi penyebab munculnya hematuria, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Penanganan itu dilakukan dengan cara:
- Memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih,
- Memberikan resep obat untuk meredakan pembengkakan prostat.
- Melakukan shock wave therapy atau terapi gelombang kejut untuk memecahkan batu ginjal dan kandung kemih.
Albuminuria
Albuminuria
- penyebab :
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.

- Pencegahan :
- Untuk mengurangi resiko terjadinya albuminuria mungkin bisa dimulai dengan membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus.
- Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan (misalnya hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.
Nefritis
Nefritis
Ginjal rusak meruppakan indikasi bahwa fungsi ginjal mengalami penurunun,kodisi yang dapat menyebabkan fungsi ginjal meurun yaitu nefritis.Nefritis merupakan salah satu penyakit pada ginjal. Pengertian dari nefritis ini adalah penyakit yang biasaya ditandai dengan adanya peradangan pada ginjal. Selain itu ginjal merupakan salah satu organ yang berperan penting yang bekerja didalam sistem tubuh manusia. Peradangan ini atau nefritis juga dapatterjadi pada jantung. Ginjal dan jantung memiliki kesamaan yaitu meupakan salah satu organ penting yang bekerja keras, dimana jantung berfungsi untuk memompakan darah dan menyalurkannya ke seluruh tubuh manusia sedangkan ginjal sendiri berfungsi untuk menyaring darah di dalam tubuh manusia. Dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat.
Saat ginjal mampu berfungsi secara normal maka secara otomatis organ lainnya yang terdapat pada tubuh juga akan dapat bekerja secara maksimal. Dan sebaliknya apabila ginjal tidak mampu bekerja dengan maksimal maka akan menyebabkan organ lainnya terganggu. Maka penyakit nefritis pada ginjal ini akan menyebabkan masalah besar bagi tubuh kita.
Nefritis pada ginjal sendiri dibedakan berbagai jenis. Jenis tersebut dibedakan berdasarkan bagian atauletak ginjal yang mengalami nefritis (peradangan ). Bagian yang dapat terserang nefritis yaitu glomerulus, tubul serta yang terakhir adalah jaringan renal.
1. Glomerulonefritis
Glomerulonefritis merupakan peradangan yang terjadi pada bagian pembuluh kapiler kecil didalam ginjal yang biasanya disebut dengan glomerulus. Glomerulus sendiri berfungsi untuk menyaring darah dari kotoran atau zat racun maupun zat sisa makanan yang kita konsumsi. Apabila glomerulus ini terjadi peradangan maka akan mengakibatkan fungsi dari glomerulus itu sendiri.
2. Nefritis Interstitial
Nefritis Interstitial ini merupakan peradangan ginjal yang terjadi pada bagian diantara nefron yang biasanya disebut dengan instertitium renal , pada peradangan ini tidak mengenai glomerulus. Selain itu kondisi nefritis interstisial juga biasa disebut dengan nefrtis tubulointerstitial.
3. Pyelonephritis
Pyelonephritis ini merupakan pradangan ginjal yang terjadi pada bagian kandung kemih yang biasanya menjalar ke ureter hingga ginjal. Ureter ini merupakan tabung yang digunakan untuk mengeluarkan kotoran melalui darah dan dihantarkan oleh kandung kemih.
Penyebab Nefritis
penyebab penyakit ginjal bermacam-macam.Penyakit nefritis ini deisebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab tersebut juga merupakan indikasi seseorang terkena nefritis jenis apa. Berikut mengenai beberapa penyebab nefritis :
1. Sistem Kekebalan Tubuh /Sistem Imunitas
2. Riwayat Kanker
3. Bakteri
4. Batu Ginjal
5. Alergi Tehadap Obat-obatan
Pyelonephritis ini merupakan pradangan ginjal yang terjadi pada bagian kandung kemih yang biasanya menjalar ke ureter hingga ginjal. Ureter ini merupakan tabung yang digunakan untuk mengeluarkan kotoran melalui darah dan dihantarkan oleh kandung kemih.
Penyebab Nefritis
penyebab penyakit ginjal bermacam-macam.Penyakit nefritis ini deisebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab tersebut juga merupakan indikasi seseorang terkena nefritis jenis apa. Berikut mengenai beberapa penyebab nefritis :
1. Sistem Kekebalan Tubuh /Sistem Imunitas
2. Riwayat Kanker
3. Bakteri
4. Batu Ginjal
5. Alergi Tehadap Obat-obatan
Gejala Nefritis
- Demam, ini merupakan kondisi respon tubuh terhadap suatu penyakit.
- Tekanan darah tinggi atau hipertensi, akan mengakibatkan kondisi seseorang tidak baik, karena adanya kondisi penyerta akan mengakaibatkan proses penyembuhan terhambat.
- Warna Urine Abnormal, seperti warna keruh dan biasanya mengandung darah ataupun nanah.
- Nyeri , biasanya dirasakan pada bagian punggung ,perut ataupun pinggang.
- Sering buang air kecil
- Tubuh membengkak , biasanya terjadi pada ara kaki dan wajah dan tubu lainnya.
- Sering muntah, ini disebabkan karena penumpukan cairan yang terjadi di lambung.
Cara Mengatasi Nefritis
- Saat seseorang mengalami kondisi nefritis ini maka dianjurkan untuk melakukan beberapa pengobatan dibawah ini :
- Cuci Darah , bisa dilakukan apabila fungsi ginjal untuk menyaring darah tidak dapat dilakukan lagi.
- Cangkok Ginjal, ini dilakukan dengan mengganti atau mencangkok ginjal yang rusak dengan yang baru.
- Pengguanaan obat-obatan, ini dilakukan untuk seseorang yang tidakmemiliki alergi, jadi sesuai dengan anjuran dokter.
Batu Ginjal
gangguan pada sistim ekskresi manusia dan upaya untuk mencegahnya
Batu Ginjal
- Penyebab :
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih.
Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.
- Pencegahan :
- Perbanyaklah minum air putih agar air seni lancar. Ketika berada di ruangan ber-AC, Perbanyak minum air putih walaupaun tidak haus, Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari.
- Hindari minum atau memasak menggunakan air yang kandungan kapurnya tinggi. Kapur di dalam tubuh bisa membentuk batu.
- Jika menderita penyakit gout dan hiperparatiroid segera atasi. Kedua penyakit itu meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal.
- Lakukan olahraga rutin dengan tujuan agar metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik. Idealnya, lakukan olahraga dua hari sekali. Pilihlah jenis olahraga yang disukai dan lakukan sesuai kemampuan, jangan dipaksakan.
- Jangan duduk terlalu lama saat bekerja. Posisi tersebut mempermudah terjadinya pengendapan Kristal air seni yang kemudian membentuk batu. Paling tidak, dua jam sekali bangkitlah dari duduk dan berjalan-jalan sebentar.
- Bila terasa ingin membuang air seni sebaiknya segera lakukan. Sangat tidak disarankan untuk menahan air seni, karena Kristal-kristal tersebut bisa mengendap membentuk batu ginjal.
- Hindari makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dengan kalsium tinggi. Begitu juga dengan makanan yang mengandung purin tinggi, seperti jeroan, emping, dan brokoli. Dan kurangi konsumsi kacang-kacangan, cokelat, soda dan teh.
- Pengobatan :
Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium.
sumber : https://caput92.wordpress.com/2013/11/03/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-ekskresi-dan-cara-pencegahannya/
Langganan:
Komentar (Atom)