Rabu, 31 Januari 2018

Flu atau Influenza

Flu atau Influenza

Image result for flu atau influenza
Jenis penyakit ringan ini pasti pernah dialami siapapun. Kondisi ini termasuk dalam gangguan pernapasan karena saluran pernapasanlah yang terserang oleh infeksi virus.
Faktor Pemicu
Virus adalah pemicu utama dari flu dan proses penyebarannya pun terbilang cepat dan mudah. Lewat udara ketika pengidap flu batuk atau bersih bisa menulari yang lainnya.
Gejala
  • Tenggorokan sakit.
  • Selera makan hilang.
  • Pegal
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Kadang disertai demam.
Pengobatan
Ibuprofen maupun parasetamol akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa pegal sekaligus menurunkan demam. Selain itu, penderita dapat mengobati dengan makan buah serta sayur, serta minum banyak air putih supaya cairan tubuh tak hilang.
Pencegahan
  • Menjaga kadar cairan tubuh.
  • Berolahraga
  • Cukup istirahat.
  • Memenuhi asupan gizi seimbang.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Menghindari penderita flu.
Related image
SUMBER https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Faringitis

Faringitis

Image result for faringitis adalah
Kondisi medis satu ini adalah peradangan yang menyerang bagian faring; faring sendiri terletak di belakang tenggorokan kita. Pada umumnya, gangguan pada sistem pernafasan ini terjadi pada faring akan membuat kita merasa sakit saat menelan. Kondisi ini biasanya kita anggap dan sebut sebagai sakit tenggorokan.
Faktor Pemicu
  • Infeksi bakteri, seperti jenis klamidia, gonore, streptococcus serta corynebacterium.
  • Adanya kondisi sakit lambung.
  • Paparan polusi dan asap rokok.
  • Adanya tumor yang tumbuh di bagian pita suara, tenggorokan, atau lidah.
Gejala Akibat Bakteri
  • Pembengkakan pada amandel.
  • Demam tinggi. 
Gejala Akibat Virus
  • Pembesaran kelenjar yang ada di bagian leher.
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri bagian otot.
  • Sakit dibuat menelan/sakit tenggorokan.
  • Hidung mengeluarkan ingus.
  • Batuk
Pengobatan
Obat untuk faringitis secara medis biasanya adalah Penisilin G. Sesudah benar-benar dipastikan bahwa kita mengidap faringitis, obat tersebut akan diberikan. Dalam waktu 4-36 jam, obat akan bekerja dengan baik. Sedangkan untuk menurunkan panas demam dan rasa sakit, aspirin dan parasetamol dapat menjadi obatnya.
Pencegahan
  • Menghindari asap rokok maupun debu serta polusi.
  • Banyak istirahat.
  • Minum banyak air putih.
Related image

SUMBER :https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Volume Udara Pernapasan pada Manusia

Volume Udara Pernapasan pada Manusia 

Image result for volume pernapasan
Pada waktu inspirasi dan ekspirasi ada kurang lebih 500 ml udara yang dipernapaskan yang disebut udara pernapasan atu udara tidal. Diantara 500 ml udara pernapasan yang dapat mencapai dinding gelembung alveoli kurang lebih 350 ml, sedangkan yang 150 ml berada didalam saluran pernapasan.

Selain udara pernapasan kita masih mampu menghirup udara kurang lebih 1500 ml yang disebut udara komplementer. Setelah menghembuskan udara pernapasan 500 ml, didalam paru-paru masih mampu menyimpan udara lebih kurang 2500 ml yang terdiri atas 1500 ml udara suplemen (cadangan) yang masih dapat dihembuskan dan 1000 ml udara residu (sisa) yang sudah tidak dapat dihembuskan.

Spirometry
Spirometer Adalah Adalah Alat Yang Digunakan Untuk Mengukur Jumlah Udara Yang Digunakan Dalam Proses Respirasi

Volume dan Kapasitas Paru-paru

Volume udara pernapasan pada setiap orang berbeda-beda, bergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5-6 liter, yang terdiri dari:

Volume Tidal (VT)

Volume tidal adalah volume udara hasil inspirasi atau ekspirasi setiap kali bernapas normal. Volume tidal kira-kira sebanyak ± 500 ml pada orang dewasa.

Volume cadangan inspirasi (VCI) atau volume komplementer

Volume cadangan inspirasi adalah volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah volume tidal, biasanya mencapai ± 3000 ml.

Volume cadangan ekspirasi (VCE) atau volume suplementer

Volume cadangan ekspirasi adalah jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal sebanyak kira-kira ± 1200 ml.

Volume residu (VR)

Volume residu adalah volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak ± 1200 ml.

Kapasitas vital (KV)

Kapasitas vital adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi : kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

Volume total paru-paru (VTP)

Volume total paru-paru adalah volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi : volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.

Sumber http://budisma.net/2015/02/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html

FREKUENSI PERNAFASAN


FREKUENSI PERNAFASAN

Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar tubuh atau dari luar ke dalam tubuh. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.

Lihat gambar Udara Pernafasa



Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:
  • Usia
  • Jenis Kelamin
  • Suhu Tubuh
  • Posisi Tubuh
  • Aktivitas


Usia

Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun




Jenis kelamin.

Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan




Suhu tubuh

Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat. di Lingkungan yang panas tubuh mengalami peningkatan metabolisme untuk mempertahankan suhu agar tetap stabil.  Untuk itu tubuh harus lebih banyak mengeluarkan keringat agar menurunkan suhu tubuh.
Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan menggunakan oksigen sehingga akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak untuk meningkatkan frekwensi



Posisi tubuh

Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk.
Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap




Aktivitas

Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat


Jadi  
  • Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi respirasi menjadi semakin lambat.
  • Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada saat usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit.
  • Pada umumnya, laki-laki lebih banyak membutuhkan energi, sehingga memerlukan oksigen yang lebih banyak.
  • Frekuensi pernapasan laki-laki > perempua
  • Pernapasan manusia dapat dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • Kedua hal tersebut mempengaruhi langsung terhadap tingkat aktivitas manusia.
  • Aktivitas bayi dengan anak-anak jelas berbeda apalagi dengan orang tua. perbedaan aktivitas inilah yang nantinya mempengaruhi cepat tidaknya pernapasan
  • memang frekuensi pernafasan manusia itu dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • namun masih banyak faktor2 lain yang lebih dominan mempengaruhi frekuensi pernapasan yaitu.
  1. Emosi seseorang
  2. Perasaan seseorang
  3. Kejiwaan seseorang.
  4. Energi dan Aura seseorang
  5. Latihan dan kebatinan seseorang
  6. dll
PEMERIKSAAN FREKWENSI PERNAPASAN
  • Seseorang dikatakan bernapas bila menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) melalui sistim pernapasan.
  • Bernapas dapat dalam dan dapat pula dangkal.
  • Pernapasan yang dalam akan mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu tarik napas/ inspirasi/ inhalasi atau pada waktu mengeluarkan napas/ ekspirasi/ekshalasi.
  • Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.
Frekuensi napas normal tergantung umur :
  • Usia baru lahir sekitar 35 – 50 x/menit
  • Usia <>
  • Usia 2-12 tahun 18 – 26 x/menit
  • Dewasa 16 – 20 x/menit.
  1. Takhipnea :Bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x/menit
  2. Bradipnea : Bila kurang dari 10 x/menit disebut
  3. Apnea : Bila tidak bernapas .

Persiapan alat
  • Alat pengukur waktu (jam, stopwatch)
  • Buku pencatat
  • Alat pencatat (pensil, pena)
Persiapan pasien

  • Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas
  • Posisi pasien berbaring, kecuali dalam kondisi tertentu.

cara pemeriksaan 
  • Tempatkan satu telapak tangan pasien diatas dada
  • Rasakan gerakan napas dengan memegang tangan pasien atau dengan melihat gerakan dada/ tangan yang naik turun.
  • Gerakan naik (inhalasi) dan turun (ekshalasi) dihitung 1 frekuensi napas
  • Hitung frekuensi napas selama satu menit
  • Informasikan hasil pemeriksaan dan catat pada status

Mekanisme Pernapasan Pada Manusia


Image result for mekanisme pernapasan manusia
Pengertian Mekanisme Pernapasan Pada Manusia 

Pada manusia pastinya bernapas setiap saat, hal ini karena semua sel di dalam tubuh kita membutuhkan oksigen. Sel akan terhambat dalam proses metabolismenya dan mati apabila tidak mendapat oksigen, bahkan sel-sel otal akan rusak bila tidak memperoleh oksigen tiga hingga empat menit saja.
Image result for mekanisme pernapasan manusia


Dalam aliran udara dari udara bebas ke paru-paru dan sebaliknya, ditentukan oleh perubahan tekanan udara dalam rongga paru-paru, rongga dada dan rongga perut. Perubahan tekanan disebabkan oleh terjadinya perubahan volume setiap ruangan. Perubahan volume setiap ruangan ini diatur oleh otot-otot pernapasan yaitu otot antar tulang rusuk, otot diafragma dan otot dinding perut.

Yang berdasarkan otot yang berperan aktif pada proses pernapasan, pernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut.

Pernapasan Dada
Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada ialah otot antar tulang rusuk (interkostal). Otot ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu otot antar tulang rusuk luar (interkostal eksternal) yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antar tulang rusuk dalam (interkostal internal) yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.

Bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat hingga volume rongga dada bertambah besar. Hal ini menyebabkan tekanan udara rongga dada menjadi lebih kecil dari tekanan udara rongga paru-paru, sehingga mendorong paru-paru mengembang dan mengubah tekanannya menjadi lebih kecil dari pada tekanan udara bebas. Yang selanjutnya akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam rongga paru-paru melalui rongga hidung batang tenggorkan, bronkus dan alveolus, yang dalam proses ini disebut dengan inspirasi.


Apabila otot antar tulang rusuk dalam berkontraksi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula sehingga mendesak dinding paru-paru. Akibatnya, rongga paru-paru menjadi megecil dan menyebabkan tekanan udara di dalamnya meningkat. Hal ini menyebabkan udara dalam rongga paru-paru terdorong ke luar, yang dalam proses ini disebut dengan ekspirasi.

Bila tersedak dan bersin hal ini merupakan ekspirasi mendadak oleh pengerutan yang secara tiba-tiba dari otot-otot perut, sehingga isi perut mendorong diafragma ke atas. Hal ini mengakibtakan ruang dada mengecil secara tiba-tiba, sehingga tekanan dalam paru-paru menjadi tinggi dan udara dikeluarkan dengan keras dari paru-paru. Maka tersedak dan bersin merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan benda asing dalam saluran udara pernapasan.

Pernapasan Perut

Pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif yakni otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Bila otot diafragma berkontraksi, maka posisi diafragma akan mandatar. Hal ini menyebabkan volume rongga dada bertambah besar, sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Penurunan tekanan udara akan diikuti mengembangnya paru-paru, hal ini menyebabkan terjadinya aliran udara ke dalam paru-paru (inspirasi).

Bila otot diafragme berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi, isi rongga perut akan terdesak kea rah diafragma, sehingga posisi diafragma akan cekung kea rah rongga dada. Hal ini yang menyebabkan volume rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi meningkat, yang sehingga dapat menyebabkan isi rongga paru-paru terdorong ke luar dan terjadilah ekspirasi.

Ternyata bernapas selama kira-kira 10 menut dengan pernapasan perut setiap malam sebelum tidur atau pagi hari setelah bangun tidur, akan membuat tubuh rileks. Nah berikut tips agar kita dapat melakukannya dengan baik yaitu:
  • Melakukan pernapasan secara pasti, pelan-pelan dan sabar.
  • Biarkan diri anda merasakan sensasi apa yang terjadi.
  • Jika belum berhasil maka konsentrasilah pada pernapasan berikutnya dan nyamankan dengan mengusap-usap perut yang menggunakan tangan yang hangat. Lakukan perlahan-lahan sesuai kebutuhan anda untuk dapat bernapas dengan diafragma dan perut.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Mekanisme Pernapasan Pada Manusia semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.  
Sumber : http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-mekanisme-pernapasan-pada-manusia-lengkap/

Organ-Organ Pernapasan

Organ-Organ Pernapasan



ketika bernapas, manusia menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Setiap sel penyusun dalam tubuh manusia sangat membutuhkan oksigen. Oleh karena itu manusia sangat memerlukan proses bernapas agar bisa mendapatkan oksigen.

Peranan oksigen sangat penting, tanpa menghirup oksigen bisa berdampak sel – sel penyusun dalam tubuh manusia terutama sel – sel otak akan mengalami kerusakan hanya dalam waktu yang singkat. Oksigen yang masuk berfungsi untuk pembakaran zat-zat makanan seperti protein, lemak dan karbohidrat dalam sel – sel tubuh. Zat – zat makanan yang di bakar itu menghasilkan energi serta karbon dioksida. Dengan energi inilah manusia bisa beraktifitas dan melakukan kegiatan sehari-harinya.
  • Energi yang dihasilkan diakibatkan oleh pecahnya molekul glukosa dalam semua sel hidup tubuh manusia.
  • Untuk lebih jelasnya, Proses bernapas diawali dengan oksigen yang dibawa ke tubuh melalui udara yang dihirup ke dalam dan diangkut ke seluruh bagian tubuh, sehingga dapat digunakan untuk proses pembakaran molekul makanan, (pemecahan molekul glukosa di tingkat sel pada serangkaian reaksi kimia).
  • Molekul glukosa yang pecah melepaskan energi dalam bentuk ATP, sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia untuk melakukan proses hidup yang penting. Sistem pernapasan pada manusia melibatkan beberapa organ-organ untuk pernapasan antara lain rongga hidung, faring, trakea, paru – paru, dan bronkus.

Sistem pernapasan pada manusia meliputi mekanisme pernafasan dan organ – organ penting penyusun sistem pernapasan. Mekanisme pernapasan pada manusia ada 2 yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut namun di artikel ini kami lebih menjelaskan pada organ – organ pernapasan. Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai macam organ penting penyusun sistem pernapasan. Organ pernapasan yang berperan paling utama adalah paru-paru. Untuk dapat memahami organ-organ pernapasan pada manusia secara lengkap beserta fungsinya bisa dengan melihat uraian dibawah ini.
1. Hidung

Organ hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan salah satu panca indera manusia yaitu indra pembau. Hidung terdiri atas beberapa bagian yaitu lubang hidung, rongga hidung dan ujung rongga hidung. Di dalam rongga hidung banyak terdapat rambut, kapiler darah. Kondisi di dalam rongga hidung juga selalu lembab dikarenakan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa.

Di dalam rongga hidung, udara yang dihirup dan masuk akan disaring terlebih dahulu oleh rambut – rambut kecil atau silia dan selaput lender, hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya debu, kotoran akan menempel di rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, serta mengidentifikasi adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut dengan anak tekak. Fungsi anak tekak ini adalah ketika kita akan menelan makanan katup akan naik dan menutup rongga hidung sehingga mencegah masuk nya makanan ke hidung.

2. Faring

Faring merupakan persimpangan jalan masuk udara dan makanan. Letaknya tepat didepan tulang leher yang berhubungan dengan rongga hidung, rongga telinga tengah dan laring. Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan hidung ke tenggorokan.

Selain penting bagi pencernaan Faring juga mempunyai peran penting bagi sistem pernapasan. Udara yang masuk akan dihangatkan dan disaring terlebih dahulu sebelum bergerak menuju trakea.

3. Laring


Laring seringkali disebut dengan nama pangkal tenggorokan atau kotak suara. Laring tersusun dari beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pada pangkal tenggorok terdapat katup pangkal tenggorokan atau yang disebut dengan epiglottis.

Fungsinya adalah pada waktu menelan makanan, katup pangkal melipat ke bawah menutupi laring sehingga mencegah terjadinya makanan yang masuk ke dalam laring. Sedangkan ketika bernapas epiglottis justru akan membuka sehingga udara dapat masuk. Itulah sebabnya kita tidak bisa menelan dan bernapas secara bersamaan. Selain itu pada pangkal tenggorok juga terdapat selaput suara atau lebih kita kenal dengan pita suara.

Ketika seorang anak laki – laki sudah mulai menginjak usia dewasa, hormon testosteron akan mendorong pembesaran laring sehingga pita suaranya lebih panjang dan jakun menjadi lebih menonjol selain itu suara juga akan menjadi bertambah besar (menurun sekitar satu oktaf) daripada ketika masih anak – anak. Nada suara yang ditimbulkan bergantung pada ketegangan pita suara, ketebalan dan panjang tali suaranya.

4. Trakea 
Udara yang masuk melewati trakea terlebih dahulu sebelum memasuki bronkus. Trakea atau batang tenggorokan merupakan bagian organ pernapasan yang mempunyai bentuk seperti pipa dan mempunyai panjang sekitar 9 cm. Fungsi trakea secara umum adalah untuk membantu memungkinkan udara yang masuk dapat melewati laring dan bronkus. Udara yang masuk melewati trakea dibagi dan dialihkan ke kedua paru – paru dengan berakhir ke kedua bronkus utama.



Selain sebagai perantara antara laring dan bronkus Trakea juga memiliki peran penting sebagai proteksi. Lendir yang disekresikan oleh sel epitel trakea mampu menjerat kotoran serta patogen yang masih terbawa bersama udara.

Permukaan trakea dilapisi oleh selaput lendir yang dihasilkan oleh epithelium bersilia. Silia – sili ini bergerak ke atas menuju ke arah laring, tujuan dari gerakan ini adalah agar terlindung dari partikel seperti debu dan butir – butir halus lainnya yang ikut masuk saat menghirup udara bisa dikeluarkan. 

5. Bronkus

Bronkus merupakan salah satu organ pernapasan pada manusia berupa cabang batang tenggorokan yang jumlahnya sepasang, salah satu cabang menuju ke paru – paru kanan dan dan cabang yang satunya menuju ke paru – paru kiri. Bagian yang bercabang ini disebut bifurkase. Struktur pembentuk bronkus serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama juga.

Bronkus sebelah kiri lebih panjang dan lebih sempit selain itu kedudukannya lebih mendatar daripada Bronkus sebelah kanan. Hal ini ternyata menjadi salah satu faktor penyebab mengapa paru – paru sebelah kanan cenderung lebih mudah terserang penyakit dari pada paru – paru sebelah kiri. Di ujungnya Bronkus bercabang lagi menjadi Bronkiolus.

Bronkus memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai saluran utama menuju alveolus. Menangkap debu yang terbawa masuk ketika menghirup udara. Dinding bagian dalam Bronkus dilapisi suatu lendir yang dapat membuat partikel asing dapat menempel ketika melewati, dan selanjutnya dengan bantuan silia atau bulu – bulu halus partikel akan dikeluarkan dari paru – paru. Selain itu bronkus juga mempunyai peran penting sebagai konduktor udara antara atmosfer dan alveoli.

6. Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus, dinding pada bronkiolus lebih tipis selain itu salurannya juga lebih kecil jika dibandingkan dengan bronkus.

Pada Bronkiolus semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya hanya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia. Pada tiap ujungnya Bronkiolus terbagi lagi menjadi seberkas kantung – kantung kecil mirip buah anggur yang disebut alveolus.

Bronkiolus memiliki fungsi sebagai penyalur udara dari Bronkus ke Alveolus, dan juga sebagai pengontrol jumlah udara yang didistribusikan melalui paru – paru dengan dilatasi dan konstriksi.

7. Alveolus

Alveolus menjadi saluran akhir dari alat pernapasan pada manusia yang berupa gelembung-gelembung udara. Dindingnya tipis, dengan kondisi lembab dan saling berlekatan dengan kapiler – kapiler darah. Pada Alveolus terdapat satu lapis sel epitelium pipih dan di tempat inilah udara hampir langsung bersentuhan dengan darah.

Di dalam Alveolus ini terjadi pertukaran gas O2 dari yang udara dihirup ke sel – sel darah sedangkan CO2 dari sel – sel darah dikeluarkan ke ruang terbuka.

Jaringan yang ada di dalam alveoli akan melaksanakan fungsi sekunder. Selain itu Alveolus juga menjadi tempat zat yang dihirup seperti obat – obatan, patogen dan bahan kimia lainnya.Sponsors Link

8. Diafragma

Diafragma merupakan jaringan otot pada organ paru – paru (letaknya di bagian bawah) yang memiliki kubah dan itu menjadi langkah awal pernapasan dimulai, ketika anda bernapas menarik (inspirasi) udara diafragma akan berkontraksi, mendatar dan ditarik ke bawah. Gerakan ini menyebabkan meningkatnya ruang pada paru – paru dan membuat udara akan ditarik masuk ke dalam paru – paru. Gerakan ini juga memicu skema pernafasan perut pada manusia. Sebaliknya ketika anda mengeluarkan napas (ekspirasi), diafragma akan membuat ruang pada paru – paru menjadi sempit sehingga udara didorong keluar.

9. Paru-Paru

Paru – paru merupakan alat pernapasan paling utama sekaligus salah satu organ terpenting bagi manusia. Letak paru – paru ada di dalam rongga dada. Lebih tepatnya di sebelah kanan dan kiri dan ditengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan pada paru – paru mempunyai sifat elastis dan berpori seperti spon. Paru – paru terbagi menjadi beberapa belahan atau lobus.

Paru – paru sebelah kanan memiliki tiga belahan atau lobus sedangkan paru – paru kiri terbagi menjadi dua, setiap belahan atau lobus tersusun atas lobula. Terdapat juga selaput atau membran serosa rangkap dua atau disebut pleura yang bertugas melapisi paru – paru. Diantara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat yang berfungsi untuk meminyaki permukaannya sehingga dapat mencegah terjadinya gesekan antara paru – paru dan dinding dada yang bergerak ketika kita bernapas. Dalam kondisi yang normal kedua lapisan itu akan saling bersentuhan. Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan akan memberi jarak pada kedua pleura itu sehingga mengakibatkan ruang di antaranya menjadi tidak jelas.

Jadi Begitulah Organ-Organ Pernapasan yang menyusun pernafasan manusia. Pernafasan dimulai dengan oksigen masuk kedalam hidung dan berakhir di paru-paru. Paru-paru mentransfer semua oksigen yang masuk pada darah. Untuk menjaga pernafasan kita agar selalu sehat maka kita harus hidup sehat, menghindari minuman keras dan juga merokok. Karena merokok dapat menyebabkan penyakit dan yang paling fatal adalah kematian. Semoga bermanfaat untuk lebih menyayangi organ tubuh kita.

Sumber : http://materiipa.com/organ-organ-pernapasan